BREAKING NEWS: KPK LAKUKAN OTT DI LINGKUNGAN REKTORAT UNSOED, PAKIS: INI PERINGATAN KERAS BAGI SEMUA INSTITUSI

BANGKALAN, CNI — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dikabarkan melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) di lingkungan Rektorat Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Purwokerto, Jawa Tengah, sejak Kamis (20/8/2026). Operasi ini kembali menegaskan bahwa tidak ada institusi yang kebal dari pengawasan dan penegakan hukum antikorupsi.

Berdasarkan informasi yang berkembang, tim KPK tiba di lingkungan kampus Unsoed pada Kamis pagi. Sejumlah pihak diamankan dan dilakukan penggeledahan di beberapa ruangan, termasuk ruangan di lingkungan Rektorat. Barang bukti juga diamankan untuk proses penyelidikan lebih lanjut.

Menanggapi OTT ini, Ketua Umum Lembaga PAKIS, Abdurrahman Tohir, menyampaikan pernyataan yang tegas sekaligus filosofis:

“OTT KPK di lingkungan Unsoed ini adalah peringatan keras yang tidak boleh diabaikan oleh siapa pun. Universitas yang seharusnya menjadi menara gading, tempat lahirnya para intelektual dan moral bangsa, ternyata juga tidak luput dari jerat korupsi. Ini adalah pukulan telak bagi dunia pendidikan tinggi.”

PAKIS menyoroti beberapa hal penting:

  1. Tidak ada institusi yang kebal. Korupsi dapat terjadi di mana saja — dari tingkat desa hingga universitas ternama. Tidak boleh ada rasa aman bagi siapa pun yang menyalahgunakan amanah.
  2. Integritas harus diajarkan dari dalam. Universitas adalah tempat mencetak pemimpin masa depan. Jika di lingkungannya sendiri terjadi korupsi, bagaimana ia bisa melahirkan pemimpin yang jujur dan berintegritas?
  3. Pengawasan internal harus diperkuat. Setiap institusi harus memiliki sistem pengawasan yang efektif sebelum aparat penegak hukum turun tangan. Deteksi dini dari dalam jauh lebih baik daripada OTT dari luar.
  4. Akuntabilitas anggaran publik. Setiap rupiah anggaran negara yang masuk ke institusi pendidikan harus dipertanggungjawabkan secara transparan dan akuntabel.

“Kepada seluruh elemen masyarakat, khususnya di lingkungan pemerintahan dan pendidikan, jadikan OTT ini sebagai cermin. Jangan menunggu ditangkap baru bertobat. Perbaiki diri, jaga amanah, dan kembalikan kepercayaan masyarakat sebelum semuanya terlambat,” tegas Rahman.

OTT KPK di Unsoed kembali mengingatkan bahwa korupsi adalah musuh bersama yang tidak mengenal institusi, jabatan, maupun status. Penegakan hukum yang tegas harus terus didukung, namun yang lebih penting adalah tumbuhnya kesadaran integritas dari dalam setiap individu dan institusi.

(ART)

Advertisement

Postingan Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Populer Minggu ini

spot_img

Berita Terbaru