WAKIL BUPATI Fauzan Ja’far TEKANKAN PENTINGNYA SINERGI CEGAH RADIKALISME DAN INTOLERANSI DI LINGKUNGAN SEKOLAH DAN MASYARAKAT

BANGKALAN, 28 Oktober 2026 (CNI) — Wakil Bupati Bangkalan, Moh. Fauzan Ja’far, menekankan pentingnya penguatan peran sekolah, pemerintah, dan seluruh pemangku kepentingan dalam mencegah penyebaran paham radikalisme, terorisme, dan intoleransi di tengah masyarakat, khususnya di kalangan generasi muda.

Pernyataan tersebut disampaikannya saat membuka kegiatan SOSIALISASI PENGUATAN PERAN KEPALA SEKOLAH DAN MUSPIKA DALAM PENCEGAHAN RADIKALISME, TERORISME, DAN INTOLERANSI, yang berlangsung di Aula PKPN Kabupaten Bangkalan, pada Rabu (28/10/2026).

TANTANGAN DI ERA INFORMASI DIGITAL

Di hadapan peserta yang terdiri dari anggota Muspika se-Kabupaten Bangkalan, kepala sekolah, serta perwakilan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Wakil Bupati menyampaikan bahwa perkembangan teknologi digital dan derasnya arus informasi tidak hanya membawa dampak positif, tetapi juga menghadirkan tantangan besar bagi generasi muda.

Menurutnya, kemudahan akses informasi melalui berbagai platform digital berpotensi membuka ruang bagi penyebaran paham radikalisme dan ideologi yang bertentangan dengan Pancasila, apabila tidak diimbangi dengan kemampuan menyaring informasi secara bijaksana.

“Salah satu dampak negatif dari derasnya arus informasi saat ini adalah mudahnya berbagai paham, seperti radikalisme dan ideologi berbahaya, diakses oleh masyarakat, terutama generasi muda. Hal ini perlu menjadi perhatian bersama agar tidak berkembang menjadi paham yang bertentangan dengan ideologi Pancasila,” ujarnya.

TIGA FONDASI UTAMA PEMBENTENGAN GENERASI MUDA

Lebih lanjut, Wakil Bupati menjelaskan bahwa terdapat tiga fondasi utama yang perlu diperkuat secara bersama-sama untuk membentengi generasi muda dari pengaruh paham dan ideologi yang bertentangan dengan nilai-nilai kebangsaan:

Pertama, Keluarga. Memiliki peran paling mendasar melalui pengawasan yang penuh kasih serta penanaman nilai-nilai luhur dan positif sejak dini kepada anak-anak.

Kedua, Sekolah. Harus mampu menjadi lingkungan pendidikan yang aman, inklusif, dan toleran, sekaligus membangun karakter peserta didik yang kokoh berlandaskan nilai-nilai Pancasila dan semangat kebangsaan.

Ketiga, Pemerintah. Hadir memberikan kebijakan, pembinaan, dan pengawasan yang konsisten agar lingkungan masyarakat senantiasa kondusif dan terhindar dari pengaruh paham yang merusak persatuan bangsa.

SINERGI SEBAGAI KUNCI PENCEGAHAN

Wakil Bupati menegaskan bahwa penguatan sinergi antar seluruh pemangku kepentingan menjadi langkah krusial untuk membangun sistem deteksi dini dan pencegahan terhadap potensi berkembangnya radikalisme, intoleransi, hingga terorisme di lingkungan masyarakat maupun satuan pendidikan.

“Keluarga, sekolah, dan pemerintah harus berjalan beriringan. Tidak boleh ada yang berdiri sendiri. Jika ketiganya kuat dan bersinergi, maka generasi muda kita akan tumbuh dengan kokoh berlandaskan nilai-nilai Pancasila, terhindar dari paham yang merusak, dan mampu menjaga keutuhan bangsa serta negara,” tegasnya.

Penulis : Anggry
Editor : Mahrus Aly
CNI — Cendana News Indonesia
“Objektif & Independen”

Advertisement

Postingan Terkait 》

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Populer Minggu ini 》

spot_img

Berita Terbaru 》