SILSILAH & SEJARAH SUNAN CENDANA — SYEKH ZAINAL ABIDIN KWANYAR BANGKALAN

BANGKALAN, CNI – Beliau adalah Syekh Zainal Abidin — yang lebih dikenal dengan gelar SUNAN CENDANA, ulama penyebar Islam pertama dan terkemuka di tanah Madura, makam beliau berada di Desa Ketetang, Kecamatan Kwanyar, Kabupaten Bangkalan.

SILSILAH SUNAN CENDANA (SYEKH ZAINAL ABIDIN)

Berdasarkan catatan silsilah yang diwariskan secara turun-temurun:

Syekh Zainal Abidin (Sunan Cendana) bin Raden Muhammad Al Khotib Bandar Daya bin Raden Qosim (Sunan Drajat) bin Raden Ali Rahmatullah (Sunan Ampel) bin Ibrahim As Moroqondi bin Jamaluddin Al Huseini (Jumadil Qubro) bin Maulana Ahmad Jalaluddin Al Husaini bin Al Amir Abdullah Azmat Khan bin Abdul Malik Azmat Khan (keturunan Rasulullah SAW — keturunan Husein bin Ali bin Abi Thalib).

Secara ringkas:

  • Cicit dari Sunan Ampel (Raden Ali Rahmatullah) — salah satu anggota Wali Songo
  • Cucu dari Sunan Drajat (Raden Qosim) — juga anggota Wali Songo
  • Ayah beliau: Raden Muhammad Al Khotib Bandar Daya
  • Ibu beliau: Nyai Gede Kedaton — cucu Sunan Giri (Raden Ainul Yaqin)

SEJARAH & KISAH SUNAN CENDANA

ASAL-USUL & TUGAS MENYIARKAN ISLAM DI MADURA

  • Syekh Zainal Abidin dikirim oleh Sunan Ampel — kakeknya sendiri — untuk menyeberang ke Pulau Madura dan menyebarkan ajaran Islam di tanah Bangkalan dan sekitarnya.
  • Beliau memilih bermukim di wilayah Kwanyar, tepatnya di Desa Ketetang sekarang, dan mendirikan pesantren serta tempat ibadah untuk mengajarkan Islam dengan pendekatan yang lembut, persuasif, dan mengutamakan akhlak mulia — tidak dengan kekerasan.
  • Gelar “Sunan Cendana” konon diberikan karena beliau suka menanam pohon Cendana di sekitar tempat tinggalnya, atau juga karena aroma keharuman akhlak dan ilmu beliau yang senantiasa dirasakan oleh siapa saja yang bergaul dengan beliau.

METODE DAKWAH

  • Menggunakan pendekatan persuasif, dialogis, dan teladan akhlak yang luhur — mendekati masyarakat melalui budaya, kesenian, dan kehidupan sehari-hari;
  • Mengajarkan tata cara bersuci, shalat, dan rukun Islam secara bertahap;
  • Menjalin hubungan baik dengan tokoh-tokoh masyarakat dan penguasa setempat sehingga ajaran Islam dapat diterima dengan lapang dada.

WAFAT & MAKAM

  • Sunan Cendana wafat dan dimakamkan di Desa Ketetang, Kecamatan Kwanyar, Kabupaten Bangkalan — kompleks makamnya hingga kini selalu ramai diziarahi oleh masyarakat dari berbagai penjuru, terutama saat bulan Maulid atau hari-hari besar Islam.
  • Juru kunci makam secara turun-temurun menjaga pesarean tersebut, dan hingga kini masih banyak tradisi ziarah, pembacaan shalawat, dan doa bersama yang digelar di lokasi tersebut.

INTI SINGKAT:

Sunan Cendana = Syekh Zainal Abidin = Cicit Wali Songo (Sunan Ampel & Sunan Drajat) = Penyebar Islam pertama di Bangkalan-Madura = Makam di Kwanyar, Bangkalan.

Itulah sekilas silsilah dan sejarah beliau bos — ulama besar yang menjadi akar penyebaran Islam di tanah Madura, khususnya Bangkalan.

CNI – (Cendana News Indonesia)

Dipublikadikan, 6 September 2026

Advertisement

Postingan Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Populer Minggu ini

spot_img

Berita Terbaru