SETELAH JADI SOROTAN PUBLIK: KEPALA SMAN 1 KWANYAR KLARIFIKASI DUGAAN PEMOTONGAN HONOR DAN DATA SUKWAN, PAKIS AJUKAN PERTANYAAN KRITIS

BANGKALAN, CNI – Menyusul sorotan luas yang beredar di masyarakat terkait dugaan pemotongan honor tenaga pengajar Paruh Waktu (PW) serta isu keberadaan data tenaga sukwan atas nama Etgar, Kepala Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Kwanyar akhirnya memberikan klarifikasi resmi kepada publik.

DUGAAN PEMOTONGAN HONOR: TIDAK ADA PENGURANGAN, JUSTRU DITAMBAH

Menanggapi tuduhan pemotongan honor tenaga PW, Kepala SMAN 1 Kwanyar, Mohammad Jari, S.Pd., M.M.Pd., menegaskan hal tersebut sama sekali tidak benar.

“Kami tidak pernah melakukan pemotongan honor. Justru kami menambahkan dana secara tunai untuk jam mengajar yang tidak dapat dimasukkan ke dalam sistem pendataan,” ujarnya secara tegas.

DATA SUKWAN ATAS NAMA ETGAR: PENGAKUAN KELALAIAN PRIBADI

Terkait isu data tenaga sukwan atas nama Etgar, Kepala Sekolah mengakui hal itu adalah kesalahan yang dilakukan secara pribadi.

“Etgar memang anak saya. Saya mengakui telah melakukan kesalahan karena memasukkan nama Etgar ke dalam daftar tenaga sukwan, padahal yang bersangkutan sama sekali tidak mengajar di SMAN 1 Kwanyar. Data Etgar juga tidak saya masukkan ke Dapodik. Itu murni kelalaian saya,” ungkapnya secara terbuka.

TINDAK LANJUT PERBAIKAN YANG DILAKUKAN

Merespons kesalahan tersebut, pihak sekolah telah segera mengambil langkah perbaikan.

“Saya sudah melaporkan hal ini kepada Cabang Dinas Pendidikan (Cabdin), dan nama Etgar sudah saya cabut dari daftar sukwan SMAN 1 Kwanyar,” tegasnya.

PERTANYAAN KRITIS DAN SOROTAN TEGAS PAKIS

Menanggapi klarifikasi tersebut, Ketua Umum Lembaga Pusat Analisa Kajian Informasi Strategis (PAKIS), Abdurrahman Tohir, menyambut baik pengakuan namun menyoroti sejumlah hal mendasar yang belum terjawab dan membutuhkan kejelasan menyeluruh:

“Pengakuan kelalaian ini belum cukup menjawab pertanyaan mendasar. PAKIS meminta penjelasan resmi terkait tiga hal krusial:

  1. Apakah nama Etgar yang tercatat sebagai tenaga sukwan tersebut sudah pernah menerima tunjangan, honor, atau pembayaran apa pun yang bersumber dari anggaran negara?
  2. Sudah berapa lama atau berapa tahun nama tersebut dimasukkan ke dalam daftar, sebelum akhirnya dicabut saat ini?
  3. Apakah ini benar-benar sekadar kelalaian murni, atau justru ada unsur kesengajaan?”

Rahman juga menambahkan nada kritis sekaligus sindiran:

“Kami berharap Bapak Kepala Sekolah SMAN 1 Kwanyar ini benar-benar dalam keadaan sehat, tidak sedang mengalami gangguan ingatan atau kondisi pikun, sehingga dapat menjawab semua pertanyaan tersebut dengan fakta yang jujur dan lengkap.”

REKOMENDASI TEGAS DAN TUJUAN KLARIFIKASI

Lebih lanjut PAKIS menegaskan:

“Semoga di seluruh Kabupaten Bangkalan tidak ada lagi kasus serupa. Ini mestinya menjadi cermin bagi seluruh pengelola lembaga pendidikan. Untuk itu, PAKIS tetap merekomendasikan agar oknum kepala sekolah tersebut diberikan sanksi tegas, terarah, dan terukur atas kelalaian maupun dugaan pelanggaran yang telah terjadi.”

Penyampaian klarifikasi dan sorotan ini bertujuan memberikan penjelasan transparan, meluruskan fakta, serta memastikan akuntabilitas pengelolaan data dan anggaran pendidikan Cabang Dinas Pendidikan Jawa Timur di wilayah Bangkalan. (ART).

Advertisement

Postingan Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Populer Minggu ini

spot_img

Berita Terbaru