HARI KE-36: ERLAN TETAP BEBAS, PAKIS AJUKAN 4 PERTANYAAN KRITIS YANG MENUNTUT JAWABAN PUBLIK

BANGKALAN, CNI – Menjelang genap 36 hari sejak jenazah Sekretaris Dinas PRKP Pemkab Bangkalan, Ruli Yunis Setiawati, ditemukan di area parkir Bandara Juanda, Sidoarjo, terduga pelaku utama yang berstatus Daftar Pencarian Orang (DPO) bernama Erlan (54 tahun) hingga hari ini belum juga berhasil diamankan. Identitas lengkap, ciri fisik, rekam jejak pergerakan, hingga rekaman CCTV sudah diketahui penyidik, namun pelaku seolah lenyap ditelan bumi.

Belum ada rilis resmi dari Polda Jawa Timur maupun Polresta Sidoarjo yang menyatakan Erlan telah tertangkap. Tim gabungan Jatanras terus menyisir wilayah, namun hasilnya nihil. Lambatnya penangkapan ini memicu gelombang pertanyaan mendasar di tengah masyarakat.

PERTANYAAN KRITIS PAKIS: ADA APA DI BALIK KETERLAMBATAN INI?

Menanggapi situasi yang semakin mencurigakan, Ketua Umum Lembaga PAKIS, Abdurrahman Tohir, mengajukan empat pertanyaan tajam yang menuntut kejelasan transparan dari aparat penegak hukum:

  1. Mengapa Erlan belum tertangkap padahal identitasnya sudah jelas sejak awal?
    “Sudah lebih dari sebulan. Identitas lengkap, ciri fisik, rekam perjalanan, hingga titik-titik yang pernah dikunjungi sudah diketahui. Dengan segala sarana, jaringan, dan kemampuan yang dimiliki Polri, mengapa satu orang ini masih berkeliaran bebas? Apakah memang sulit ditemukan, atau justru ada hal lain yang membuatnya sengaja tidak tersentuh?”
  2. Ada apa dengan kinerja penegak hukum?
    “Apakah benar sudah dikerahkan segenap upaya secara sungguh-sungguh? Atau justru ada kelambanan, kelalaian, bahkan kemungkinan penundaan yang disengaja? Masyarakat berhak tahu: apakah aparat bekerja secara maksimal, atau sekadar memenuhi prosedur di atas kertas saja?”
  3. Apakah Erlan sengaja disembunyikan karena ada rahasia besar di balik kematian Ruli?
    “Muncul dugaan yang semakin menguat: lambatnya penangkapan ini bukan kebetulan. Apakah Erlan sengaja dilindungi agar tidak bicara? Apakah kematian Ruli menyimpan rahasia besar yang jika terungkap akan menjatuhkan pihak-pihak lain yang jauh lebih kuat? Apakah penangkapan sengaja ditunda agar jejak penting lainnya dapat dihapus terlebih dahulu?”
  4. Apakah Erlan hanya aktor semata, sementara ada dalang di balik layar?
    “Pertanyaan paling mendasar: Apakah Erlan hanyalah pelaksana di lapangan — aktor semata — sementara ada pihak lain yang menyuruh, mendalangi, dan melindunginya? Jika benar demikian, maka yang harus dicari bukan hanya Erlan, melainkan siapa yang berada di belakang semua ini.”

KESIMPULAN DAN SERUAN TEGAS

PAKIS menegaskan: keterlambatan penangkapan Erlan semakin memperkuat dugaan bahwa kasus ini tidak sesederhana yang terlihat di permukaan. Jika dalam waktu dekat belum juga diamankan, maka dugaan adanya perlindungan pihak tertentu serta adanya dalang di balik peristiwa ini semakin tidak bisa diabaikan.

Oleh karena itu, PAKIS mendesak aparat penegak hukum untuk:

  • Segera menangkap Erlan dan mengungkap seluruh fakta secara transparan kepada publik.
  • Meluaskan penyelidikan untuk menelusuri kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat.
  • Memberikan penjelasan resmi mengapa penangkapan memakan waktu begitu lama padahal identitas pelaku sudah diketahui sejak awal.

“Keadilan tidak boleh ditunda, kebenaran tidak boleh ditutupi. Ruli Yunis Setiawati berhak mendapat keadilan, dan masyarakat berhak mengetahui siapa sebenarnya yang berada di balik semua ini,” tegas Abdurrahman Tohir.

Advertisement

Postingan Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Populer Minggu ini

spot_img

Berita Terbaru