HARI KE-33: ERLAN LENYAP BAK DITELAN BUMI, JEJAK TAK KETEMU – POLISI DIBUAT TAK BERDAYA

BANGKALAN, CNI – Memasuki hari ke-33 sejak penemuan jenazah Sekretaris Dinas PRKP Pemkab Bangkalan, Ruli Yunis Setiawati, hingga hari ini terduga pelaku utama berinisial Erlan (54 tahun) masih bebas dan tak terlihat batang hidungnya. Sosok yang sudah teridentifikasi lengkap identitas, ciri fisik, serta rekam jejak pergerakannya itu seolah menghilang bak ditelan bumi, membuat tim penyidik tampak tak berdaya.

Status Daftar Pencarian Orang (DPO) terhadap Erlan masih berlaku sah. Tim gabungan Jatanras Polda Jawa Timur dan Polresta Sidoarjo dikabarkan terus menyisir berbagai wilayah yang diduga menjadi tempat persembunyian, namun hingga kini belum ada hasil yang memuaskan.

Bahkan rekaman kamera pengawas di sejumlah lokasi penting pun sudah berhasil diakses kepolisian, namun jejak pelaku putus di tengah jalan. Pihak kepolisian hanya berani menyatakan terus berupaya maksimal, namun tak bisa memberikan kepastian kapan sosok tersebut akan diringkus.

Lembaga PAKIS menyoroti kebuntuan ini dengan sangat tajam. Menurut Ketua Umum PAKIS, Abdurrahman Tohir, kondisi ini sangat memalukan aparat penegak hukum.

“Identitas sudah jelas, wajah sudah diketahui, tapi orangnya sulit ditemukan. Ini bukan sekadar masalah pelarian biasa. Ini menimbulkan dugaan kuat bahwa ada tangan-tangan tak terlihat yang sengaja melindungi Erlan agar tidak tertangkap,” tegas Abdurrahman Tohir, Selasa (28/7/2026).

PAKIS juga mempertanyakan sikap Pemerintah Kabupaten Bangkalan yang dinilai masih bungkam seribu bahasa. Padahal almarhum Ruli Yunis Setiawati adalah pejabat aktif yang mengabdi di lingkungan Pemkab Bangkalan. Seharusnya pemerintah daerah turut memberikan tekanan dan atensi khusus agar kasus ini segera terungkap.

“Pemkab Bangkalan seolah pura-pura lupa bahwa salah satu pejabatnya meninggal secara tidak wajar. Tidak ada desakan resmi, tidak ada pernyataan tegas. Ini semakin memperkuat dugaan bahwa ada sesuatu yang ditutup-tutupi,” tambahnya.

Masyarakat pun mulai bertanya-tanya: bagaimana mungkin seseorang yang sudah teridentifikasi jelas bisa berbulan-bulan menghindari kepolisian? Apakah benar polisi tidak mampu, atau memang sengaja tidak mau menangkap?

PAKIS berjanji akan terus mengawasi perkembangan kasus ini. Jika dalam waktu dekat belum ada kepastian penangkapan, pihaknya akan mendesak pertanggungjawaban secara terbuka baik dari pihak kepolisian maupun Pemkab Bangkalan. (ART).

Advertisement

Postingan Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Populer Minggu ini

spot_img

Berita Terbaru