BANGKALAN, CNI – Pidato Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Tahunan MPR baru saja menyita perhatian publik, terutama saat memperkenalkan Ibu Susanah, buruh pengupas bawang asal Bogor yang disebut berupah Rp700.000 per kilogram. Fakta ini memicu perbandingan yang menarik sekaligus menyentil kesadaran banyak pihak: ternyata menjadi pejabat tinggi justru lebih berisiko daripada bekerja dengan jujur dan tangan sendiri.
JABATAN TINGGI RAWAN OLEH PENEGAKAN HUKUM
Di berbagai daerah, tak terkecuali di Jawa Timur dan Kabupaten Bangkalan sendiri, banyak pejabat yang memegang kekuasaan justru berakhir dalam keadaan yang tidak membanggakan. Gubernur, Bupati, hingga anggota DPRD – semuanya kini berada dalam sorotan tajam penegakan hukum. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan aparat penindak terus berpatroli, dan sebutan Operasi Tangkap Tangan (OTT) kini menjadi mimpi buruk bagi siapa saja yang menyalahgunakan amanah rakyat.
“Jabatan itu amanah, bukan warisan. Yang diambil bukan haknya, akan disita dan dihisab berlipat ganda. Banyak yang dulu tampak berkuasa, kini terbaring di jeruji besi.”
MENGUPAS BAWANG: KERJA JUJUR, HASIL BERKAH
Sementara itu, Ibu Susanah dari Bogor bekerja dengan tangan sendiri. Mengupas bawang – pekerjaan sederhana, melelahkan, namun jujur dan halal. Upahnya Rp700.000 per kilogram, bersih dari keringat sendiri. Tidak ada yang bisa menuntut, tidak ada yang bisa menyita, dan tidak ada yang bisa menangkap.
“Daripada duduk di kursi kekuasaan dengan hati tak tenang, takut diperiksa, takut ditangkap – lebih baik mengupas bawang dengan tenang. Hasilnya halal, tidurnya nyenyak, dan rezekinya diberkahi Tuhan.”
PESAN YANG SANGAT DALAM
Perbandingan ini menyampaikan pesan yang mendalam bagi segenap anak bangsa:
- Kekuasaan yang disalahgunakan = penjara dan kehinaan.
- Pekerjaan jujur sekecil apa pun = kemuliaan dan keberkahan.
Maka bagi siapa saja yang memegang amanah rakyat: jangan sampai jabatan menjadikanmu lupa diri. Lebih baik hidup sederhana namun jujur, daripada kaya raya namun merampas hak rakyat dan akhirnya tertangkap tangan.
“Daripada jadi pejabat yang takut ketahuan, lebih baik jadi pengupas bawang yang hidup tenang dan berkah.”
HARAPAN PAKIS: SEMOGA SEGERA DIBUKA LOWONGAN KERJA MENGUPAS BAWANG
Menanggapi hal tersebut, Ketua Umum Lembaga PAKIS, Abdurrahman Tohir, menyampaikan pandangannya:
“Contoh seperti yang disampaikan oleh Presiden Prabowo ini sungguh sangat menarik dan sangat bermakna. Semoga pemerintah segera dapat membuka lowongan pekerjaan mengupas bawang dengan upah Rp700.000 per kilogram ini di seluruh penjuru Nusantara.”
“Saya yakin pasti sangat banyak rakyat yang berminat. Semoga Presiden Prabowo segera mewujudkan dan membuka lapangan kerja mengupas bawang dengan upah tersebut secara luas.” pungkas Abdurrahman Tohir.
(ART).


