IRGC Tembak 2 Kapal di Selat Hormuz, Komandan Angkatan Laut Iran Ejek AS Beri Janji Kosong

TEHRAN, CNI – Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran menyerang kapal komersial di Selat Hormuz, Rabu (11/3/2026).

Menurut laporan presstv, Iran menyerang dua kapal karena berulang kali mengabaikan peringatan.

Dua kapal yang diserang militer Iran diidentifikasi sebagai Express Room, milik rezim Israel dan berlayar di bawah bendera Liberia, dan kapal kontainer Mayuree Naree.

Keduanya menjadi sasaran pasukan Iran karena dianggap melintasi jalur air strategis Iran tanpa izin pada hari Rabu.

Berbeda dengan laporan Aljazeera, Iran disebut telah menyerang tiga kapal di Selat Hormuz, termasuk sebuah kapal kargo berbendera Thailand yang diserang sekitar 11 mil laut (18 km) di utara Oman.

Iran menyatakan setiap kapal yang hendak melintas di Selat Hormuz harus mendapatkan izin dari pihaknya.

Komandan Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran, Laksamana Muda Alireza Tangsiri dalam unggahan di akun X-nya, mengatakan bahwa dua kapal yang mengabaikan peringatan Iran menjadi sasaran.

Tangsiri mengejek janji pemerintah AS untuk mengawal dan melindungi kapal-kapal yang melintasi jalur air tersebut dengan menyebut sebagai “janji kosong.”

“Apakah kapal-kapal tersebut dijamin akan aman melewati Selat Hormuz? Pertanyaan ini seharusnya diajukan kepada awak kapal Express Rome dan Mayuree Naree, yang hari ini, karena percaya pada janji-janji kosong, mengabaikan peringatan dan bermaksud menyeberangi Selat tersebut, tetapi tertangkap,” kata dia.

“Setiap kapal yang bermaksud melintas harus mendapatkan izin dari Iran,” ujarnya.

Tak Izinkan Satu Liter Pun Minyak Melewati Selat Hormuz

Juru bicara Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya menyampaikan pesan terhadap Amerika Serikat dan sekutunya mengenai pengiriman energi melalui Selat Hormuz.

“Kami tidak akan mengizinkan satu liter pun minyak melewati Selat Hormuz untuk kepentingan Amerika dan sekutunya,” kata juru bicara itu.

Lanjut dia, setiap kapal yang memiliki keterkaitan dengan Amerika dan sekutunya adalah target yang sah bagi angkatan bersenjata Iran.

“Setiap kapal, baik kapal itu sendiri maupun muatan minyaknya milik Amerika Serikat, rezim Israel, atau mitra musuh mereka, adalah target yang sah bagi Angkatan Bersenjata Iran,” ujarnya.

Iran telah memperketat pembatasan terhadap lalu lintas kapal melalui Selat Hormuz buntut serangan AS-Israel terhadap Teheran.

Pihak berwenang telah mengindikasikan bahwa Selat tersebut, yang dilalui hampir seperlima minyak dunia sebelum perang, tetap terbuka dan kapal-kapal yang tidak melayani kepentingan Amerika Serikat dan Israel dapat berlayar dengan aman.

Pembatasan tersebut telah menyebabkan kenaikan signifikan harga energi dan komoditas global, dan para ahli memperkirakan bahwa dampaknya dapat meningkat ke tingkat historis jika perang terus berlanjut.

Hal ini terjadi setelah Washington gagal menyediakan pengawalan bagi kapal-kapal yang ingin melintasi jalur air tersebut, meskipun sebelumnya telah berjanji untuk melakukannya sebagai bagian dari upaya memulihkan kepercayaan pasar.

Advertisement

Postingan Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Populer Minggu ini

spot_img

Berita Terbaru