PAKIS Mengucapkan Selamat Lebaran Ketupat 1447 H; Mohon Maaf Lahir dan Batin

BANGKALAN, CNI – Lebaran ketupat adalah bagian dari serangkaian perayaan hari raya Idulfitri yang ditemui di beberapa daerah di Indonesia. Lebaran ketupat biasanya dilaksanakan seminggu setelah Idulfitri, yang artinya dirayakan pada tanggal 8 Syawal, dengan anggapan melaksanakan puasa Syawal selama enam hari terlebih dahulu. Sesuai dengan namanya, lebaran ketupat ditandai menyajikan dan memakan ketupat bersama beragam makanan lainnya.

Tradisi Lebaran Ketupat tidak hanya menjadi momen perayaan setelah Idulfitri, tetapi juga bagian dari budaya Islam di Nusantara yang sarat makna. Perayaan ini biasanya diisi dengan makan ketupat bersama, doa bersama, hingga silaturahmi antarwarga sebagai simbol kebersamaan dan rasa syukur setelah menjalankan ibadah puasa Syawal.

Karena dirayakan pada hari kedelapan bulan Syawal, tanggal Lebaran Ketupat bisa berbeda tergantung penetapan awal Syawal. Lantas, kapan Lebaran Ketupat 2026 dirayakan? Berikut penjelasan waktunya.

Waktu Lebaran Ketupat: 28 Maret 2026

Lebaran Ketupat atau Kupatan dirayakan pada hari kedelapan bulan Syawal atau setelah umat Islam menyelesaikan puasa Syawal selama enam hari. Perayaan ini biasanya jatuh satu minggu setelah Hari Raya Idulfitri, sehingga tanggalnya mengikuti penetapan awal Syawal yang berlaku di masing-masing kelompok masyarakat.

Pada tahun 2026, Lebaran Ketupat jatuh pada, Sabtu 28 Maret 2026 mengikuti Pemerintah Indonesia, karena 1 Syawal 1447 H ditetapkan pada 21 Maret 2026. Maka Lebaran Ketupat dirayakan pada 28 Maret 2026.

Sejarah dan Makna Tradisi Lebaran Ketupat

Mengutip NU Online, tradisi Lebaran Ketupat diyakini sudah ada sejak masa Wali Songo, khususnya Sunan Kalijaga, yang menggunakan budaya lokal sebagai sarana dakwah Islam di Jawa. Ketupat dijadikan simbol pendekatan Islam yang membaur dengan tradisi masyarakat, sehingga ajaran agama dapat diterima dengan mudah tanpa menghilangkan budaya lokal. Tradisi ini kemudian berkembang luas di berbagai daerah di Indonesia sebagai bagian dari perayaan Syawal.

Secara filosofis, ketupat memiliki makna yang mendalam. Kata “ketupat” atau “kupat” dalam bahasa Jawa sering diartikan sebagai ngaku lepat yang berarti mengakui kesalahan. Makna ini menggambarkan semangat saling memaafkan setelah Idulfitri, sekaligus mengajak umat Islam untuk terus memperbaiki diri setelah menjalani Ramadan dan puasa Syawal.

Selain itu, seperti dilansir Kemenag RI, bentuk ketupat yang dibungkus janur juga memiliki simbol tersendiri. Anyaman janur melambangkan berbagai kesalahan manusia yang rumit, sementara nasi putih di dalamnya melambangkan hati yang bersih setelah memohon ampun kepada Allah. Ketupat juga dimaknai sebagai simbol kesederhanaan, kebersamaan, dan rasa syukur atas rezeki yang diberikan.

Lebaran Ketupat juga mencerminkan nilai sosial dan keagamaan, seperti mempererat silaturahmi, berbagi makanan kepada tetangga dan kerabat, serta memperkuat solidaritas masyarakat. Tradisi ini menunjukkan bahwa Islam di Indonesia berkembang dengan pendekatan budaya yang menekankan kebersamaan, pelayanan, dan cinta kasih dalam kehidupan bermasyarakat.

PAKIS Mengucapkan Selamat Lebaran Ketupat 1447 Hijriyah

Pada momentum tersebut, tak luput juga Lembaga Swadaya Masyarakat, Pusat Analisa Kajian Infornasi Strategis (PAKIS), atasnama pribadi dan lembaga melaui ketua umumnya, Abdurrahman Tohir mengucapkan selamat merayakan hari raya ketupat bagi seluruh masyarakat muslim yang merayakannya.

“Atasnama pribadi dan lembaga saya mengucapkan selamat Hari Raya Ketupat 1447 H. Mohon maaf lahir dan batin atas segala khilaf dan salah, semoga kita semua mendapatkan ampunan dari Allah SWT., Tuhan Yang Maha Esa, serta senantiasa dalam lindungan-Nya. Amin !. “Ujar Abdurrahman Tohir.

Advertisement

Postingan Terkait 》

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Populer Minggu ini 》

spot_img

Berita Terbaru 》