BANGKALAN, 22 Oktober 2026 (CNI) — Ajang bergengsi Grand Final Pemilihan Duta Wisata Kacong Jebbing Kabupaten Bangkalan telah berlangsung. Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat promosi potensi pariwisata dan kebudayaan daerah sekaligus mendorong keterlibatan generasi muda dalam pengembangan sektor pariwisata.
Acara tersebut dihadiri oleh Bupati Bangkalan, Wakil Bupati Bangkalan, jajaran Forkopimda, Sekretaris Daerah, para Asisten, serta seluruh kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Bangkalan.
TEMA “RAMPA’ NAONG BRINGIN KORONG”: PARIWISATA UNTUK KESEJAHTERAAN MASYARAKAT
Dalam sambutannya, Bupati Bangkalan menegaskan bahwa tema “Rampa’ Naong Bringin Korong” dipilih sebagai semangat bersama untuk mendorong perkembangan pariwisata di Kabupaten Bangkalan, khususnya kawasan pesisir utara.
Pengembangan pariwisata diharapkan tidak hanya meningkatkan daya tarik destinasi, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi masyarakat sekitar kawasan wisata. Potensi wisata harus dikembangkan secara berkelanjutan dengan melibatkan masyarakat setempat, sehingga kehadiran destinasi wisata mampu membuka peluang ekonomi, mendorong usaha lokal, dan meningkatkan kesejahteraan warga.
Bupati juga menekankan peran strategis generasi muda — khususnya para Kacong dan Jebbing terpilih — sebagai duta wisata yang memperkenalkan kekayaan alam, budaya, dan tradisi Bangkalan. Melalui kreativitas dan pemanfaatan media digital, mereka diharapkan mampu memperluas jangkauan promosi pariwisata daerah.

TANGGAPAN KONSTRUKTIF LEMBAGA PAKIS: DUTA WISATA HARUS BERSEJALAN DENGAN PEMBANGUNAN DESTINASI
Menanggapi terselenggaranya ajang tersebut, Ketua Umum Lembaga Pusat Analisis Kajian Informasi Strategis (PAKIS), Abdurrahman Tohir, menyampaikan apresiasi sekaligus catatan kritis yang membangun:
Pertama: Apresiasi dan Harapan
“Pertama, kami mengucapkan selamat dan sukses atas terselenggaranya ajang Pemilihan Kacong Jebbing. Semoga ajang ini melahirkan para pemenang yang tidak hanya bertalenta, tetapi juga menjadi teladan bagi generasi muda Bangkalan, serta mampu membawa manfaat nyata bagi pemerintah dan masyarakat Kabupaten Bangkalan.”
Kedua: Duta Wisata Tanpa Produk Wisata, Akan Menjadi Sia-Sia
“Kedua, ada hal penting yang ingin kami sampaikan: jangan sampai duta wisatanya sudah terpilih dan siap mempromosikan, namun destinasi wisatanya belum dibangun dan belum tertata dengan baik. Ibarat seseorang yang sudah ditugaskan menjual barang, namun barangnya belum ada — tentu hal ini akan menyulitkan duta wisata kita sendiri.
Membuat duta wisata itu relatif lebih mudah, tetapi membangun dan menata objek wisata yang layak dikunjungi adalah pekerjaan yang jauh lebih besar dan mendasar. Jangan terbalik urutannya: bangun dan tata terlebih dahulu wisatanya, baru kirimkan duta untuk mempromosikannya. Jika produknya belum siap, sebaiknya fokuslah pada penataan dan pembangunan terlebih dahulu. Ketika destinasi wisata di Bangkalan sudah nyaman, rapi, dan layak dikunjungi, barulah promosi yang dilakukan oleh Kacong Jebbing akan memiliki makna yang nyata bagi wisatawan maupun bagi Pendapatan Asli Daerah kita.”
Saat ini, infrastruktur dan kualitas objek wisata di Bangkalan belum sepenuhnya tertata dengan baik dan belum layak untuk dipromosikan secara luas. Saran kami: benahi, tata, dan bangun terlebih dahulu produk wisatanya. Bangun destinasi yang berkualitas, baru kemudian promosikan. Jangan sampai duta wisata kita berbicara tentang potensi yang belum terwujud. Ketika produk wisatanya unggul dan representatif, barulah promosi akan memberikan dampak nyata bagi peningkatan Pendapatan Asli Daerah dan kesejahteraan masyarakat.”
Ketiga: Berikan Penghargaan yang Bermakna
“Ketiga, bagi para pemenang: negara dan pemerintah hadir. Berikanlah penghargaan yang memiliki nilai keberlanjutan. Jangan hanya hadiah simbolik yang manfaatnya berakhir di panggung ajang. Pertimbangkanlah pemberian beasiswa pendidikan, kesempatan pengembangan karier, atau bentuk dukungan lain yang benar-benar membantu mereka mewujudkan cita-cita. Pemenang bukan sekadar juara yang pulang dengan piala, melainkan aset berharga yang layak didukung masa depannya.”
Keempat: Evaluasi Format untuk Hasil yang Lebih Baik
“Keempat, kami berharap pemerintah daerah secara berkala mengevaluasi format penyelenggaraan Kacong Jebbing ini. Pastikan ajang ini terus berkualitas, tidak sekadar rutinitas tahunan yang formulanya sama dari tahun ke tahun. Perbaiki dari sisi materi pembinaan, kriteria penilaian, serta peran nyata para pemenang setelah acara berakhir. Semakin bermakna peran mereka, semakin berharga pula ajang ini di mata masyarakat.”
PENUTUP
Abdurrahman Tohir menegaskan bahwa dukungan terhadap pariwisata sangat diperlukan, namun pembangunan destinasi wisata harus berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas sumber daya manusianya.
“Pariwisata bukan hanya soal promosi, tetapi tentang kesiapan produk, kesiapan masyarakat, dan manfaat yang dirasakan bersama. Semoga Kacong Jebbing tidak hanya menjadi ajang pencarian wajah tampan dan cantik, tetapi lahirnya pemimpin muda yang cerdas, berwawasan luas, dan sungguh-sungguh mampu membanggakan Kabupaten Bangkalan — diiringi dengan langkah nyata pemerintah daerah dalam membangun dan menata destinasi wisata yang layak dibanggakan,” pungkasnya.
Disampaikan oleh:
Abdurrahman Tohir
Ketua Umum Lembaga Pusat Analisis Kajian Informasi Strategis (PAKIS)
Penulis : Tim CNI Bangkalan
Editor : Mahrus Ali
CNI — Cendana News Indonesia
“Objektif & Independen”


