BANGKALAN, CNI – Gabungan mahasiswa Universitas Trunojoyo yang mengatasnamakan diri sebagai Trunojoyo Bergerak melakukan aksiĀ di ruas Jalan Suramadu di sisi Madura pada Senin (11/4/2022).
Aksi itu dilakukan untuk menolak wacana tiga periode jabatan Presiden dan Wakil Presiden.
Mereka juga menutup akses Suramadu di dua sisi, baik yang menuju Bangkalan maupun Surabaya.
Koordinator aksi, Abdul Wahed mengatakan, mahasiswa akan menyampaikan beberapa tuntutan dalam aksi itu.
Di antaranya, menolak wacana perpanjangan masa jabatan presiden menjadi tiga periode, penolakan penundaan pemilu, dan menuntut penurunan harga minyak goreng.
Berdasar pantauan CNI para mahasiswa tiba di akses masuk Suramadu sisi Bangkalan sekitar pukul 10.30 WIB. Mereka langsung memblokade dua jalan Suramadu. Kemacetan pun terjadi.
Koordinator aksi, Abdul Wahed mengatakan, mahasiswa akan menyampaikan beberapa tuntutan dalam aksi itu.
Di antaranya, menolak wacana perpanjangan masa jabatan presiden menjadi tiga periode, penolakan penundaan pemilu, dan menuntut penurunan harga minyak goreng.
“Kami dengan tegas menolak perpanjangan masa jabatan presiden yang diwacanakan menjadi 3 periode,” ujarnya.
Menurutnya, jika hal itu dilakukan, berarti melanggar konstitusi yang ada saat ini.
Selain itu, mahasiswa juga menyorot kenaikan harga minyak goreng yang terjadi sejak beberapa waktu belakangan. Ia menilai, minyak goreng sebagai kebutuhan pokok masyarakat seharusnya harganya tidak dinaikkan terus menerus.
“Pemerintah harusnya melihat kebutuhan masyarakat. Tumpas mafia minyak goreng, karena di balik kenaikan harga tersebut ada pihak-pihak yang bermain dan mengambil keuntungan,” imbuhnya.
Usai memblokade akses Suramadu sisi Bangkalan sekitar 15 menit, mahasiswa bergerak menuju kantor DPRD Bangkalan.
Mereka berorasi di depan gedung wakil rakyat. Demonstrasi itu sendiri dijaga 642 personel aparat keamanan. (Syaf/Red)


