BANGKALAN, CNI – Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bangkalan, Moch. Musleh Bahri, S.H., M.H., menegaskan pihaknya tetap berkomitmen menjunjung tinggi prinsip transparansi dan akuntabilitas, serta menghormati peran pers sebagai pilar demokrasi dalam mengawal pembangunan di sektor pendidikan.
Pernyataan ini disampaikan menyusul tanggapan yang muncul terkait edaran pedoman bagi kepala sekolah dalam melayani wartawan saat bertugas.
Menurut Musleh, edaran tersebut tidak bertujuan membatasi kerja jurnalistik atau menghalangi akses informasi publik, melainkan sebagai panduan agar sekolah bersikap profesional saat menghadapi pihak yang mengatasnamakan wartawan.
“InsyaAllah semangat kami tetap sama. Edaran ini juga mengingatkan agar pengelolaan anggaran dilakukan secara transparan dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujarnya.
Ia menjelaskan Dinas Pendidikan terus mendorong sekolah menerapkan tata kelola yang baik dan terbuka, terutama dalam penggunaan dana pendidikan. Menurutnya, pers memiliki peran strategis yang harus dihormati sesuai peraturan yang berlaku.
“Kritik dan masukan justru kami butuhkan sebagai bahan evaluasi agar bisa terus berbenah. Selama ini hubungan kami dengan media juga berjalan baik,” tambahnya.
Ia berharap tercipta kesamaan persepsi antara sekolah, dinas pendidikan, dan insan pers demi kemajuan pendidikan di Bangkalan. (Dikutip dari Klikku, 20/6/2026).

Sementara itu, secara terpisah Ketua Umum LSM PAKIS, Abdurrahman Tohir, menilai cara penyampaian himbauan tersebut kurang tepat jika dimuat di ruang publik. Baginya, pernyataan yang dipublikasikan secara terbuka, maka terbuka pula untuk dikaji dan dikoreksi oleh masyarakat.
“Himbauan seperti itu justru terkesan membenturkan kepala sekolah dengan insan pers dan pegiat pengawasan. Ini menunjukkan gaya pimpinan yang kurang bertanggung jawab terhadap bawahannya,” tegas Abdurrahman.
Ia menegaskan masyarakat tidak butuh ucapan retoris atau pembenaran diri, melainkan tindakan nyata yang meningkatkan kesejahteraan dan mutu pendidikan.
“Saran saya, lebih berhati-hatilah memimpin. Jangan hanya pintar berbicara tanpa bukti nyata. Kalau terus begini, bisa-bisa guru enggan menjadi kepala sekolah, dan indeks pendidikan serta IPM Bangkalan justru makin menurun,” pungkasnya.


