SEPENDAPAT DENGAN MAHFUD MD: PAKIS USULKAN MBG BERBASIS SEKOLAH DAN DESA — LEBIH TEPAT SASARAN, EFISIEN, DAN MINIM PENYIMPANGAN

BANGKALAN, CNI — Lembaga Pusat Analisa Kajian Informasi Strategis (PAKIS) menyampaikan dukungan dan pandangan senada terhadap usulan yang disampaikan Prof. Dr. Mahfud MD terkait perbaikan tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ketua Umum PAKIS, Abdurrahman Tohir, menyatakan sepenuhnya sependapat dengan pola pemikiran dan solusi yang ditawarkan mantan Menko Polhukam tersebut.

PROGRAM MULIA, TAPI HARUS DIBENAHI DASARNYA

“Kami sependapat dan setuju sepenuhnya dengan pola pemikiran serta solusi yang diberikan oleh Prof. Dr. Mahfud MD. Program MBG sejatinya adalah program mulia, lahir dari kepedulian negara hadir menjawab persoalan gizi anak bangsa. Namun semangat mulia ini harus disertai tata kelola yang tepat agar manfaatnya sampai utuh kepada yang berhak,” ujar Abdurrahman Tohir, Senin (8/9/2026).

USULAN KONKRET: BERBASIS SEKOLAH DAN DESA — LEBIH TEPAT SASARAN

PAKIS melengkapi usulan Mahfud MD dengan menegaskan bahwa model pelaksanaan program harus diubah menjadi berbasis sekolah dan berbasis desa, bukan terpusat pada dapur besar yang melayani ribuan porsi:

“Solusi yang paling tepat adalah program ini dijalankan berbasis sekolah dan berbasis desa. Setiap desa paling tahu anak-anak mana dan siapa yang benar-benar membutuhkan makanan bergizi gratis. Dengan begitu bantuan tidak meleset, anggaran lebih efisien, dan potensi penyimpangan dapat ditekan seminimal mungkin.”

KANTIN SEKOLAH JADI UJUNG TOMBAK — TIDAK MENGGANGGU KEGIATAN BELAJAR

Lebih lanjut, Abdurrahman Tohir menjelaskan bahwa pemberian makanan bergizi dapat memanfaatkan kantin sekolah yang sudah ada:

“Jika program ini berbasis sekolah, kita bisa memberdayakan kantin-kantin sekolah yang sudah ada. Penyajiannya pun bisa dilakukan saat jam istirahat, sehingga tidak mengganggu proses belajar mengajar. Ini jauh lebih sederhana, tidak membengkakan biaya, dan transparan.”

EFISIEN, MINIM PENYIMPANGAN, DIAWASI LANGSUNG OLEH MASYARAKAT

Dengan model terdesentralisasi berbasis sekolah dan desa, lanjutnya, pengawasan menjadi jauh lebih mudah dilakukan oleh warga sekitar:

  • Anggaran lebih hemat dan tidak membengkak;
  • Penerima manfaat lebih tepat sasaran;
  • Risiko penyimpangan, pemotongan, maupun manipulasi berkurang drastis;
  • Kualitas dan kebersihan makanan lebih terjamin karena dikelola oleh lingkungan sekitar yang saling mengenal;
  • Tidak mengganggu jam pelajaran sekolah.

KESIMPULAN: SEPENUHNYA SELARAS DENGAN GAGASAN MAHFUD MD

“Jadi, kami dari PAKIS sangat sependapat dan setuju dengan pendapat Prof. Mahfud MD agar program MBG diubah sistemnya menjadi berbasis desa maupun berbasis sekolah. Semoga perubahan ini segera diwujudkan agar program mulia ini benar-benar terasa manfaatnya bagi anak-anak yang membutuhkan, tanpa terhambat birokrasi yang rumit dan rentan penyimpangan,” tutup Abdurrahman Tohir.

CNI : Objektif dan Independen

Dipublikasikan pada 9 September 2026

Advertisement

Postingan Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Populer Minggu ini

spot_img

Berita Terbaru