
BADUNG, CNI (Cendana News Indonesia) – Kepala Balai Besar MKG Wilayah lll, Bapak Cahyo Nugroho SE .SSi. didampingi oleh Bapak Aminudin SP.MSI bersama pejabat memberikan pemaparan terkait dengan prakiraan awal musim kemarau di provinsi Bali pada Selasa (22/3/2022). Jam 12.00-12.00 WIB.
Seperti biasanya BMKG menyampaikan 2 kali setiap tahunnya, awal musim hujan dan masuk musim kemarau di NTB, NTT, Kaltim, Kaltara dan Bali terkait awal musim kemarau.
Aminudin Al Roniri, Kepala Stasiun Kimatologi Wilayah jembrana Bali menyampaikan ditandai munculnya siklon tropis di Selatan Nusa Tenggara Barat bahwa saat ini untuk wilayah Indonesia di sekitar Bali Nusa Tenggara, sedang memasuki masa pancaroba atau peralihan musim hujan ke musim kemarau.
Maka BMKG khususnya Balai besar wilayah III mengadakan press release terkait Prakiraan musim kemarau Tahun 2022 untuk provinsi Bali secara nasional sudah dilaksanakan tanggal 18 Maret – 2022 di Jakarta.

Sebelumnya kami telah melaksanakan press rilis untuk provinsi NTT di tanggal 16 Maret – 2022 di Kupang disampaikan pula oleh Pak Aminudin sebagai koordinator untuk provinsi Bali yang juga beliau adalah kepala stasiun klimatologi Jembrana.
Prakiraan musim kemarau provinsi Bali Tahun 2022 turut menyampaikan pula Bapak kepala koordinator BMKG Bali prediktif Prakiraan musim kemarau Tahun 2022.
“Bahwa Prakiraan awal musim kemarau tahun 2022 pada umumnya berkisar pada bulan april dan Mei di mana dasar akhir bulan Maret – April 2022 yang meliputi Buleleng bagian barat, Jembrana, Tabanan bagian utara, Buleleng bagian timur Karangasem bagian utara, Karangasem bagian timur, Gianyar bagian selatan Klungkung bagian selatan, Karangasem bagian selatan, Tabanan bagian Selatan, Bandung bagian Selatan dan kota Denpasar,” papar Aminudin Al Roniri.
Sementara awal musim kemarau prakiraan tanggal 3 Mei tahun 2022 dan puncak musim kemarau Tahun 2022 di di Bali terjadi pada bulan Juli dan Agustus tahun 2022.
“Sedangkan perbandingan Prakiraan awal puncak musim kemarau antara Bulan Juli – Agustus tahun 2022 yang meliputi Jembrana Tabanan bagian selatan, Buleleng bagian timur, dan Karangasem bagian utara, awal kemarau meliputi Bangli bagian utara, Karangasem bagian Timur, Tabanan bagian Selatan, Bandung bagian Selatan, dan kota Denpasar bagian tengah, kemarau tahun ini mundur dari prakiraan BMKG,” jelas Aminudin.

Aminudin juga menambahkan jika kemarau tahun ini lebih lambat di bandingkan pada Tahun 2021, mulai daerah Jembrana bagian barat , Buleleng bagian barat, Buleleng bagian selatan, Jembrana bagian utara, Tabanan, Badung, Gianyar bagian utara, Bangli bagian tengah, Bangli bagian barat, laut Buleleng bagian utara Karangasem bagian tengah Gianyar bagian selatan, Klungkung bagian selatan, Karangasem bagian Selatan, dan Nusa Penida.
Serta dijelaskan pula oleh koordinator BMKG Bali meliputi daerah Buleleng bagian selatan Jembrana bagian utara Tabanan Badung Gianyar bagian utara Bangli bagian tengah Buleleng bagian utara Bangli bagian utara Karangasem bagian timur dan Nusa Penida, Jembrana bagian barat, Buleleng bagian barat dan bagian timur, Karangasem bagian utara, Karang Asem barat dan tengah, Gianyar bagian selatan, serta Karangasem bagian selatan
Sementara kemarau tahun ini meliputi daerah Jembrana Selatan, Tabanan Selatan, Badung bagian Selatan, dan kota Denpasar, selengkapnya yang kaitan dengan musim kemarau dan zona Prakiraan musim di provinsi Bali.
“Bagi masyarakat Bali dan seluruh Kabupaten di provinsi pada hkususnya , yang bisa di lihat pada Tabel untuk lebih mengetahui detailnya dijelaskan pula bagaimana mayarakat Bali pada khususnya untuk menghadapi peralian musim hujan ke musim kemarau yang terus kitaupdate setiap bulannya,” tutur Aminudin sambil mengingatkan tetap mengikuti prokes. (Tmr/ Red)


