BANGKALAN, CNI – Dalam rangka persiapan Rapat Kerja (RAKER) Badan Eksekutif Mahasiswa Madura Raya, Aliansi BEM Bangkalan Bersatu (AB3) Sebagai Pelaksana melakukan beberapa persiapan-persiapan, Mulai persiapan tempat kegiatan, mensurvei beberapa Icon unggulan yang ada di Kabupaten Bangkalan Sebagai pendongkrak Eksistensi Kabupaten Bangkalan. Minggu, (11/9/2022)
Adapun Icon unggulan yang disurvei oleh panitia pelaksana salah satunya adalah Taman Paseban Bangkalan, Karena Taman Paseban tersebut merupakan tempat yang strategis berada di jantung kota kabupaten Bangkalan.
“Saya rasa Taman Paseban ini merupakan Icon Unggulan Bangkalan, sehingga elok ketika digunakan tempat diskusi dan sharing-sharing oleh peserta Rapat Kerja BEM MADURA RAYA”.
Ujar Alfian Selaku Ketua Pelaksana.

Taman Paseban yang terletak di depan Masjid Agung Bangkalan ini dibangun pada tahun 2013 lalu, keberadaan Taman Paseban yang diharapkan menjadi pusat perhatian warga Bangkalan dan luar Bangkalan Semakin tidak terawat, banyaknya sampah berserakan, air kolam sangat keruh membuat taman itu nampak semakin kumuh.
Isol Selaku CO. Media pelaksana yang juga ikut terjun kelapangan mengungkapkan bahwasanya hasil dokumentasi yang didapatkan tidak sesuai harapan.
“Mulai dari pintu masuk utama sampah-sampah sudah mulai berserakan, mulai dari sampah plastik, Putung rokok, dedaunan yang berserakan dan lain-lain.
Serta fasilitas yang ada di dalam Taman Paseban sudah mulai usang, tempat sampah yang rusak, Bunga-bunga sudah banyak yang mati, lampu hias yang rusak sehingga sangat memalukan ketika dijadikan Icon Unggulan Kabupaten Bangkalan Pada Acara Rapat Kerja BEM MADURA RAYA”.
Tidak heran ketika pengunjung semakin menurun, pasalnya pemandangan yang dulunya elok dipandang sekarang sudah tinggal cerita.
Karror, Selaku Koordinator BEM Bangkalan menyampaikan bahwasanya Taman Paseban yang dibangun dengan Anggaran Sekitar 5,6 Miliar ini sangat disayangkan ketika tidak ada perawatan dengan serius dari pihak terkait.
“Taman yang dibangun Dengan Anggaran 5,6 Miliar ini yang sekaligus menjadi Icon Kota Bangkalan sangat miris sekali apabila tidak ada perawatan juga pemantauan yang serius dari pihak terkait, Sebagai Mahasiswa kita tidak boleh apatis dengan keadaan yang sangat memalukan ini, Kita juga harus mencari jalan alternatifnya sehingga terkesan ada pembiaran”.
“Dalam waktu dekat ini kami akan melakukan Koordinasi dengan Petugas yang ada di Kompleks Taman Paseban terkait sejauh mana perawatan yang dilakukan oleh petugas sehingga nampak semakin kumuh, kami akan Koordinasi juga dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) terkait Kebersihannya beserta penerangan juga akan Kami Koordinasikan dengan Dinas Perhubungan (Dishub) sehingga Taman Paseban yang menjadi Icon Unggulan Kabupaten Bangkalan ini tidak memalukan terhadap pengunjung khususnya.”
Pungkas Karror. (Syf/Red)


