BALI, CENDANANEWSINDONESIACOM
DENPASAR-PT Wika selaku pelaksana proyek RSUP Sanglah dalam membantu untuk menyelesaikan proyeknya dengan mengundang partner kerja .Akan tetapi ada keluhan dari partner kerja sebagai mandor setelah di PHK secara sepihak justru haknya selama membantu pekerjaan proyek juga belum dibayarkan
Menurut pengakuan mandor M umur 38 asal dari Kediri mengaku kepada awak media bahwa selaku mandor yang membawa 20 tenaga kerja baik tukang dan pembantu di di PT Wika yang mengerjakan finishing RSUP Sanglah mulai awal 18 Desember 2023 pengerjaan sampai selesai awal maret 2024 belum menerima gaji malah diputuskan secara sepihak tanpa ada pemberitahuan
Kronologi awalnya mandor M
berawal diundang oleh pihak dari Wika selaku pelaksana proyek melalui staf inisial A.A dan D.K sebagai supervisor dan pak A.A sendiri sebagai koordinator supervisor untuk membantu penyelesaian proyek di bulan November 2023
” Kita berkunjung ke sana kita dimintain tolong untuk mendatangkan orang atau tenaga kerja untuk membantu menyelesaikan pekerjaannya Wika” terang M selaku mandor
Atas permintaan beberapa kebutuhan orang dan tenaga tahap pertama sekitar 20 orang
Sesuai dengan kesepakatan antara saya dengan pihak Wika terkait pembayaran ,akan tetapi pembayaran yang dijanjikan Wika hanya sekedar janji dan tidak ada realisasi bahkan janji lagi tanggal 14 Februari pas pemilu juga belum dibayarkan dan janji lagi akhir bulan juga belum dibayarkan
Bahkan dipertengahan Maret 2024 di awal Minggu Maret pihak Wika memutuskan hubungan kerja secara sepihak tanpa pemberitahuan dengan alasan pekerjaan sudah selesai
Selanjutnya saya mengumpulkan berkas- berkas mengenai hasil pekerjaan dengan jumlah nominal Rp 130.000.000 akan tetapi sampai hari ini belum pernah dibayarkan
Awak media sempat mendatangi kantor wika yang beralamat di jalan pulau Buton no…untuk klarifikasi tentang tentang masalah ini akan tetapi tidak ada staf yang kita temui, dimana saat itu tepat nya hari jumat tgl 15 Mei 2024 kami hanya bertemu dengan security dengan inisial A dan mengatakan bahwa para staf sudah banyak yang kembali ke jakarta tapi ada juga staf yang masih tinggal di kantor Wika salah satu di antaranya bapak stefanus, tapi yang bersangkutan masih keluar kata security tersebut.
Kami awak media menunggu beberapa jam yang tidak jauh dari kantor Wika untuk bisa ketemu
” Saya masih ada bukti komitmen dan chat melalui wa saya ” Tutup M
Bahkan M selaku mandor kasus serupa banyak korban- korban lain yang tidak berani bersuara ,karena diduga banyak oknum-oknum yang bermain di PT Wika
Terpisah ketikan awak media mencoba ingin konfirmasi dan dan datang ke kantor hanya Security dan disuruh nunggu akan ditemukan bagian keuangan bahkan sampai 2 kali ke kantor di hari yang sama akan tetapi setelah nunggu sampai sekitar satu jam lebih juga tidak ada kabar .Kemudian awak media dengan kecewa tidak dapat kepastian jawaban (.Tmr/Tim)


