JAKARTA, CNI (Cendana News Indonesia) ~ Sekilas pmemahami ibu kota negara (IKN) nusantara dan otorita ibu kota negara.
“Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara:
Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) telah resmi menandatangani Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2022 Tentang Ibu Kota Negara (IKN). Dilansir melalui dokumen yang Bisnis terima Minggu (20/2/2022) UU yang terdiri dari 54 halaman dengan 44 pasal ini menjadi dasar hukum pemindahan ibu kota dari DKI Jakarta ke Nusantara.
Kawasan yang berada di sekitar Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur.
Dalam belied itu, Presiden Joko Widodo memiliki wewenang menunjuk kepala dan wakil kepala Otorita Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara. Hal itu diatur dalam dalam pasal 10 ayat (3) Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020 tentang Ibu Kota Negara (UU IKN).
“Otorita Ibu Kota Nusantara:
Deskripsi Otorita Ibu Kota Nusantara adalah satuan pemerintahan daerah yang mengatur penyelenggaraan urusan pemerintahan setara provinsi di Nusantara. Dipimpin oleh seorang kepala otorita dengan dibantu oleh wakilnya yang ditunjuk oleh Presiden Indonesia dan merupakan anggota kabinet sebagai pejabat setingkat menteri.
Kepala Otoritas Ibu Kota Negara Nusantara dan Wakilnya telah dilantik oleh Presiden Joko Widodo. Pelantikan dilakukan di Istana Negara sore ini. 9/3/2020.
Adapun Kepala Otorita IKN dijabat oleh Bambang Susantono. Sementara Wakil Kepala Otorita IKN dijabat oleh Dhony Rahajoe.
Lalu seperti apa dan bagaimana sosok dan kiprah keduanya? Berikut informasinya.
Sosok Kepala Otoritas Ibu Kota Negara
Melansir dari situs Universitas Krisnadwipayana, adalah sebagai berikut: Bambang Susantono diketahui lahir di Yogyakarta, 4 November 1963.
Kepala Otorita Ibu Kota Negara ini mengenyam pendidikan hingga jenjang S3:
S1 Teknik Sipil Institut Teknologi Bandung (1982-1987),
S2 Perencanaan Wilayah dan Kota University of California (1993-1996),
S2 Teknik Transportasi University of California (1996-1998),
S3 Perencanaan Infrastruktur University of California (1995-2000),
Karir Bambang Susantono diawali selepas lulus ITB, yakni di Departemen Pekerjaan Umum.
“Melansir dari laman Dephub.go,id, karier Bambang Susanto terus berlanjut ketika dia ditunjuk menjadi Ketua Masyarakat Transportasi (MTI) periode 2008-2010.
Di era Kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) Bambang Susantono pernah menjabat sebagai Wakil Menteri Perhubungan. Dia juga pernah menjabat Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.
Bambang Susantono sempat menjadi Wakil Presiden Manajemen Pengetahuan dan Pembangunan Berkelanjutan Asian Development Bank (ADB). Tugas ini diembannya pada Juli 2015. Dia bertanggung jawab atas pengelolaan Departemen Pembangunan Berkelanjutan dan Perubahan Iklim juga Departemen Hubungan Eksternal.
Karirnya tak hanya di dalam negeri, Bambang Susantono juga berpengalaman di kancah internasional, yakni pernah menjabat Anggota Dewan East Asia Society of Transportation EAST, sekaligus Anggota Dewan South North Foundation yang berpusat di Johanesburg, Afrika Selatan.
“Sosok Wakil Kepala Otoritas Ibu Kota Negara
Wakil Kepala Otoritas Ibu Kota Negara, Dhony Rahajoe memiliki latar belakang properti yang mumpuni. Saat ini, Dhony menjabat sebagai Managing Director President Office Sinar Mas Land.
Dilansir dari laman Sinar Mas Land, Dhony Rahajoe terlibat dalam rencana pemerintah dalam pembangunan kawasan perkantoran di IKN. Dirinya sempat menerima kunjungan dari Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) dan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Suharso Monoarfa ke BSD City pada Kamis, 7 Oktober 2021 lalu.
Saat itu kunjungan dalam rangka melihat penerapan proyek green building di kawasan BSD Green Office Park, yang dijadikan referensi pemerintah dalam proyek pembangunan IKN.
Pada Jumat, 31 Desember 2021, Sinar Mas Land kembali menerima kunjungan kerja dari Kementerian PUPR dan sejumlah tim pembangunan IKN untuk melihat konsep green building, green mall dan green office di BSD.
“Adapun Kepala Otoritas Ibu Kota Negara dan wakilnya yang telah dilantik ini punya kiprah dan pengalaman yang cocok. (Red).


