Kiai Cabuli Santriwati di Bangkalan Diduga Kabur, LSM PAKIS: Segera Tetapkan Tersangka lalu DPO

BANGKALAN, CNI – Seorang santriwati berusia 13 tahun di Parseh, Kecamatan Socah, Bangkalan Madura jadi korban pencabulan. Pelaku tak lain adalah Kiai-nya sendiri, berinisial SY (45) yang kini kabur.

Pelaku kabur setelah mengetahui korban melapor ke polisi. Karena hal ini, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Pusat Analisis Kajian Strategis (Pakis) meminta polisi segera memburunya. Tak hanya itu, setelah ditetapkan tersangka, pelaku harus ditetapkan sebagai daftar pencarian orang (DPO).

“LSM PAKIS meminta polisi segera buru pelaku, dan tetapkan tersangka lalu terbitkan DPO. Karena pelaku dicurigai kabur dan tidak sedang berada di lokasi pesantren yang dia miliki. Itu tuntuan warga sekitar dan tuntutan orang tua korban. Pelaku bukan hanya mencabuli 1 santri aja, tapi setelah investigasi kurang lebih ada 7 korban tetapi yang melapor hanya 2 orang saja,” kata Abdurahman Tohir ketua LSM PAKIS. Minggu (3/11/2024).

Rahman sapaan akrab Abdurahman Tohir menyayangkan kinerja polisi yang membuat kaburnya terduga pelaku pencabulan, karena dinilai Rahman kinerja polisi lamban.

“Laporan korban pencabulan itu sudah lebih dari seminggu. Tetapi sampai sejauh ini polisi masih belum memeriksa terduga pelaku. Ini ada,” tanya Rahman dengan nada bingung.

Harusnya, polisi memberikan peringatakan keras kepada polisi yang bertugas melakukan penangkapan terhadap pelaku.

“Polisi kurang sigap hingga pelaku melarikan diri. Harusnya sejak ada laporan polisi segera memanggil dan meminta keterangan pelaku, sehingga pelaku tidak bisa melarikan diri,” jelasnya.

Rahman ini menjelaskan, atas kelalaian tersebut masyarakat bisa saja beranggapan bahwa pelaku dan oknum kepolisian bekerja sama, sehingga dibiarkan melarikan diri.

“Siapa pun bisa beranggapan seperti itu, karena faktanya pelaku bisa melarikan diri, padahal laporan itu sudah seminggu lebih tapi kebijakan polisi kurang sigap,” katanya.

Atas kecerobohan itu, Rahman meminta Kapolres Bangkalan langsung untuk turun tangan. Untuk itu, pihaknya akan mengawal kasus tersebut sampai tuntas, karena korban dari oknum Kiai cabul itu bukan hanya mencabuli satu korban saja.

“Ada lebih dari tiga korban, maka kami minta Kapolres Bangkalan turun tangan langsung dalam hal ini, dan dalam waktu dekat kami akan melakukan audensi,” terangnya.

Sementara itu Pondok Pesantren Raudlatul Ulum, Socah, Bangkalan, yang sempat didatangi warga dan diminta ditutup karena oknum pengasuhnya inisial SY diduga telah melakukan tindakan cabul kepada santrinya hingga saat ini belum ada keputusan apapun. 

Moh. Ilyas selaku kepala desa setempat mengatakan bahwa kedua belah pihak masih terus melakukan komunikasi berupaya mencari solusi terbaik agak sama-sama bisa mengakomodir semua kepentingan baik kepentingan korban maupun kepentingan lembaga pondok pesantren.

“Belum ada keputusan apapun, masih terus melakukan komunikasi untuk mengambil keputusan terbaik untuk kedua belah pihak,” jelasnya.

Advertisement

Postingan Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Populer Minggu ini

spot_img

Berita Terbaru