Inilah Sosok SY Pimpinan Ponpes di Socah Bangkalan, Pelaku Pencabulan Beberapa Santriwati

BANGKALAN, CNI – Sosok Sy (45), pimpinan Pondok Pesantren Raudhatul Ulum, Kaseman, Parseh, Socah Bangkalan merupakan terduga pelaku pencabulan beberapa santriwati.

Dia dikenal baik oleh masyarakat sekitar sebagai tokoh, ustad dan Kiai dia sering memberikan sambutan ceramah ketika ada wisuda, haflatul imtihan, buka bersama dan kegiatan lainnya.

Hal itu salah satunya diungkap oleh MR selaku warga Kaseman, tempat ponpes itu bernaung. menyebut Aprizal dikenal baik masyarakat setempat.

“Dengan masyarakat dikenal bagus, orang alim dan salah satu tokoh panutan,” papar MR, Jumat (1/11/2024).

MR mengaku kaget ketika mendengar kabar Kiai SY melakukan pencabulan pada Santrinya. Sebab, SY dikenal sering mengisi pengajian dan khotbah.

“Kita agak syok juga mendengar berita ini dan tidak menyangka. Karena SY sering ceramah pada wali siswa ketika ada kegiatan,” ujarnya.

Menariknya, Pengasuh ponpes itu diketahui merupakan mantan anggota DPRD Bangkalan.

Puluhan warga setempat Gruduk pesantren oknum Kyai Cabul di Desa Parseh Kecamatan Socah Kabupaten Bangkalan

Ketua DPC PPP Bangkalan, KH Hasbullah Muhtarom membenarkan SY merupakan Anggota DPRD dari PPP. Namun S dinyatakan sudah nonaktif sebagai kader partai.

Yang bersangkutan disebut telah mengundurkan diri usai purna menjadi Anggota DPRD periode 2009-2014.

“Sejak selesai menjadi dewan, beliau sudah tidak pernah aktif dan tidak masuk ke kepengurusan PPP lagi,” katanya.

Dia mengatakan pengunduran diri SY dari partainya karena ingin fokus di dunia pendidikan dan membangun lembaga pendidikan sendiri. Sehingga partai tak menghalangi niat mulianya itu.

“Waktu itu beliau bilang ingin fokus di dunia pendidikan,” imbuhnya.

Pria yang akrab disapa Ra Has ini menyayangkan adanya dugaan kejadian pencabulan yang dilakukan oleh mantan kadernya. “Saya secara pribadi menyayangkan adanya kejadian tersebut,” pungkasnya.

SY diketahui juga merupakan alumni Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya, serta pernah menjadi pengurus IPNU Kabupaten Bangkalan.

Sebelumnya, seorang santriwati berusia 13 tahun di Bangkalan mengalami pelecehan seksual oleh pengasuh ponpes di Kecamatan Socah, Bangkalan. Keluarga korban yang tidak terima dengan perbuatan bejat pelaku melaporkan hal ini kepada polisi.

Kasat Reskrim Polres Bangkalan AKP Heru Cahyo membenarkan adanya laporan itu. Dia mengatakan keluarga korban melaporkan pria berinisial S (45), warga Desa Parseh, Kecamatan Socah, Bangkalan.

“Iya betul, kami sudah menerima laporan tersebut tadi malam,” terang Heru Cahyo.

Advertisement

Postingan Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Populer Minggu ini

spot_img

Berita Terbaru