BANGKALAN, CNI – Bau amis korupsi sedang viral diberbagai media online menimpa Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur. Informasi yang dihimpun oleh media CendanaNewsIndonesia.com, dalam 2 hari ini diketahui ada beberapa rumah di Bangkalan digeledah oleh lembaga Antirasuah, termasuk salah satu diantaranya rumah anggota DPRD Bangkalan, Selasa (01/10/24).
Pasalnya, kedatangan penyelidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bagian penindakan tersebut menggeledah beberapa rumah warga, diantaranya:
- Pada hari Senin Sore, (30/9/24) sekira pukul 17.00 WIB. di rumah (TJ) di Desa Alas Kokon Kecamatan Modung, (TJ) diketahui merupakan seorang staf atau Tenaga Ahli (TA) dari seorang anggota DPR RI Fraksi Demokrat asal Bangkalan, tim KPK menyita barang bukti sejumlah uang dan flashdisk.
- Selasa siang, (1/10/24) sekira pukul 14.00 WIB. rumah (MR), Desa Tlokoh Kecamatan Kokop, staf atau Tenaga Ahli (TA) dari Mahfud mantan anggota DPRD Jatim. Belum diketahui barang bukti yang dibawa.
- Selasa sore, (1/10/24) sekira pukul 16.00 WIB rumah (NH) merupakan anggota DPRD Bangkalan, di Desa Konang Kecamatan Konang, Kabupaten Bangkalan. Barang bukti yang disita anggota DPRD Bangkalan, belum diketahui.
KPK melakukan giat di Bangkalan mulai hari Senin, 30 September 2024 menurut informasi yang sampai pada awak media.

Sementara itu, Tessa Mahardhika Sugiarto sebagai Juru Bicara KPK saat dikonfirmasi oleh awak media membenarkan bahwa lembaganya sedang melakukan giat di provinsi Jawa Timur. “Betul ada penggeledahan di provinsi Jatim,” ucapnya melalui pesan tulisan, Selasa (1/10/24).
Namun dirinya enggan memberikan keterangan lebih lanjut, dan meminta media untuk menunggu hingga kegiatan penggeledahan selesai. “Untuk lengkapnya menunggu kegiatan selesai berlangsung, dan akan dilakukan rilis secara resmi,” lanjutnya.
Perihal informasi beberapa orang yang dilakukan penangkapan, dirinya juga enggan menanggapi pertanyaan yang diajukan para awak media. “Belum bisa dirilis dulu ya,” ungkapnya.
Terpisah, Penjabat (Pj) Bupati Bangkalan, Prof. Dr. Arief M. Edie, M.Si, saat dikonfirmasi melalui telepon Whatsapp. Ia mengaku bahwa kedatangan KPK ke Bangkalan selain menggeledah rumah warga, KPK juga melakukan Monitor Center For Prevention (MCP).
“Beberapa hari KPK di Bangkalan untuk memberikan penyuluhan atau Monitoring Center For Prevention (MCP), lalu belakangan diketahui juga melakukan penggeledahan dibeberapa tempat dari bidang penindakan,” pungkasnya.


