BANGKALAN, CNI – Pasangan Bupati dan Wakil Bupati Bangkalan terpilih, Lukman Hakim-M. Fauzan Jakfar akan dilantik oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto di Jakarta, 20 Februari 2025.
Setelah pelantikan, tugas-tugas berat sudah menunggu bupati dan wakil bupati. Termasuk ditunggu kebijakannya persoalan honorer di Bangkalan.
Karena, pelantikan harusnya tidak dimaknai sekadar selebrasi kemenangan pemilihan kepala daerah secara sah dan menjadi penguasa daerah untuk lima tahun ke depan.
Abdurahman Tohir, selaku ketua umum Pusat Analisa Kajian Informasi Strategis (PAKIS) Kabupaten Bangkalan menuturkan memang harus diakui, bahwa tenaga honorer di Bangkalan masih memiliki status yang tidak jelas. Mulai dari penghasilan yang diterima setiap bulan tak sesuai UMK, hingga statusnya yang bukan PNS atau PPPK.
“Persoalan honorer, ini harus menjadi pekerjaan rumah (PR) pertama untuk Bupati definitif di Bangkalan untuk tetap memperhatikan nasib tenaga honorer di tengah adanya efisiensi anggaran dari pusat. Hal itu pasti berdampak pada tenaga honorer,” papar Rahman.
Rahman menilai ada beberapa point keluhan dari para honorer di Bangkalan selain gaji dinaikkan sesuai UMK. Honorer meminta perubahan status dari tenaga paruh waktu menjadi penuh waktu dan dana Jaminan Hari Tua (JHT) segera dicairkan.
Tidak ada cara lain selain Bupati definitif nantinya memiliki keseriusan menata tenaga honorer dengan melobi alokasi rekrutmen Aparatur Sipil Negara (ASN) ke Kemenpan-RB.
“Karena nanti kedepannya, tenaga-tenaga di pemerintahan itu, cuma ada dua merujuk pada Undang-undang (UU ASN). Yakni, PNS dan PPPK. Selain dari kedua tersebut, sudah tidak dibolehkan. Minimal para honorer di Bangkalan gajinya sesuai UMK,” papar Rahman. Selasa (18/02/2025).
Oleh karena itu, Rahman akan tetap mensupport aspirasi dari para tenaga honorer di Bangkalan untuk menyampaikan aspirasinya karena patut diakui bahwa keberadaan tenaga honorer juga bagian dalam mendukung pembangunan dan pelayanan publik di Bangkalan.
“Mereka telah berkontribusi besar dalam berbagai lini pemerintahan. Tanpa mereka, Pemkab Bangkalan tidak akan mampu menjalankan fungsinya dengan baik,” kata Rahman.
Apalagi selama bertahun-tahun, para tenaga honorer ini telah mengasah keahlian mereka di bidang masing-masing, menjadikan mereka ahli dalam tugas yang diemban.
“Mereka sudah berpengalaman dan sangat berharga bagi Pemkab Bangkalan. Prestasi dan pertumbuhan ekonomi di Bangkalan tidak bisa dipisahkan dari kerja keras para honorer. Kami berharap ada solusi yang adil bagi tenaga honorer di Bangkalan serta keadilan dan kesejahteraan yang didapat oleh honorer. Dan harapan itu ada di Bupati Lukman dan Wabup Fauzan,” paparnya. (Syaif)


