Dinsos Bangkalan Salurkan 1150 Nasi Bungkus untuk Korban Banjir Arosbaya dan Blega

BANGKALAN, CNI – Kepedulian terhadap warga korban banjir Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Bangkalan menggerakkan Taruna Siaga Bencana (Tagana), PKH, Tim SLRT dan TKSK untuk membangun dapur umum. Tagana Bangkalan menyiapkan 1150 nasi bungkus untuk korban bencana banjir di dua Kecamatan yakni Arosbaya dan Blega.

Salah seorang anggota TKSK Dinsos Bangkalan, Sulaiman mengatakan, pihaknya dan tim turun langsung membantu para korban banjir di Arosbaya dan Blega untuk menyediakan makanan dengan membangun dapur umum.

“Saat ini tim menyiapkan 1150 nasi bungkus siap saji yang disalurkan malam ini untuk kebutuhan mendesak para korban banjir. 600 bungkus untuk korban banjir Arosbaya dan 550 untuk korban banjir Blega,” papar Sulaiman. Selasa (21/01/2025).

Harapannya dengan bantuan yang saat ini diberikan dapat memenuhi kebutuhan para korban. Serta harapannya seluruh petugas Tagana diberikan kemudahan dan keselamatan saat menjalankan tugas.

“Dapur umum ini akan terus beroperasi hingga masyarakat sudah mampu memenuhi kebutuhannya sendiri,” imbuh Sulaiman.

Sulaiman menyebut, saat ini warga masih kesulitan bahan makanan akibat banjir. Banyak beras warga rusak akibat terendam banjir. Pun bahan makanan lain yang rusak karena diterjang banjir.

“Karena di lapangan masyarakat tak punya bahan pangan, seperti beras terendam. Sehingga selama belum bisa masak sendiri dan masih fokus pembersihan sisa banjir, maka kebutuhan permakanan kita cukup. Open donasi-pun kami membuka dan disegerakan dikoordinasikan dengan Dinsos Bangkalan terlebih dahulu jangan sampai ada titik terlewat atau over suplai,” pungkasnya.

Sementara itu Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Bangkalan, Taufik Efendi mengatakan, dari hasil pendataan terdapat 1.630 KK di Desa Blega terendam. Selain itu, di Desa Kajjan terdapat 35 KK dan 50 KK di Desa Nyormanis.

Selain itu, terdapat 50 hektare lahan pertanian warga di Desa Blega juga terendam. Lalu terdapat 5 hektare lahan di Desa Nyormanis dan 3 hektare lahan di Desa Kajjan. “Ada jembatan penghubung Kampung Planggaran dan Kampung Sawah terputus. Lalu untuk ketinggian air antara 50 sentimeter sampai 150 sentimeter,” ungkapnya. (Syaif)

Advertisement

Postingan Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Populer Minggu ini

spot_img

Berita Terbaru