Tulisan ibu Dina Sulaeman
Meski diabaikan oleh dunia, Yaman tetap tegak melawan. Tuntutan mereka sebenarnya cuma satu : Saudi dan UAE menghentikan pengeboman dan serangan ke Yaman.
Serangan Saudi dan UAE ke Yaman sudah terjadi terus-menerus sejak 2015, tanpa ada histeria solidaritas dari masyarakat dunia, tanpa ada pemain sepakbola yang mengibarkan bendera Yaman dalam rangka memberi dukungan. Tidak ada AS atau Inggris yang berlagak jadi polisi dunia (justru mereka terus menjual senjata ke UAE dan Saudi). Apa karena korbannya tidak “berkulit putih dan bermata biru” sehingga masyarakat Barat diam?
Kaum Muslim pun enggan bersuara, karena propaganda yang disebar media adalah: yang perang di Yaman itu orang Syiah. Padahal pemerintahan dan militer Yaman sangat plural (Sunni-Syiah). Dan yang jelas, korban pengeboman Saudi dan UAE sejak 2015, juga sangat acak, karena bom tidak punya mata. Yang dibom Saudi dan UAE adalah target-target sipil, sekolah, rumah sakit, pabrik, bahkan bus sekolah yang sedang mengangkut anak-anak sekolah.
https://youtube.com/shorts/wUlhyec9ncM?feature=share
Tahun 2021-2022, kekuatan militer Yaman semakin tangguh, dan mereka memberikan peringatan: kalau Saudi & UAE tetap menyerang Yaman, Yaman akan memberikan serangan balasan.
Ini salah satu serangan balasan Yaman, terjadi kemarin:
Ada sedih dan ada bahagianya juga ketika yaman bangkit kembali untuk melawan SETAN BESAR AMERIKA DAN SEKUTUNYA.
MAMPUS AMERIKA!
MAMPUS ARAB SAUDI!
JAYALAH YAMAN!
AKU PADAMU YAMAN🤗😘🌹


